Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT) di STAI Sadra Jakarta menawarkan warna yang berbeda dalam konstelasi akademik kajian keislaman di Indonesia. Di saat banyak perguruan tinggi Islam cenderung menerapkan pendekatan yang bersifat parsial—seperti berfokus hanya pada aspek analisis teks (filologis), latar belakang sejarah (asbabun nuzul), atau aspek hukum (fikih)—STAI Sadra tampil dengan paradigma Tafsir Jami’ (Tafsir Komprehensif). Paradigma ini bukan sekadar metode, melainkan sebuah sintesis agung yang mengintegrasikan tiga pilar utama epistemologi Islam: teks atau wahyu (Bayani), rasionalitas filsafat (Burhani), dan penyingkapan spiritual (Irfani).
Salah satu letak keunikan yang paling menonjol adalah integrasi mendalam antara tafsir dengan filsafat Islam, khususnya aliran Hikmah Muta’aliyah karya Mulla Sadra. Mahasiswa tidak hanya dilatih membaca ayat secara tekstual, tetapi juga membedah makna ontologis dan kosmologis di baliknya. Hal ini didukung oleh kurikulum Ilmu Mantiq (Logika Formal) yang sangat ketat dan mendalam. Berbeda dengan kampus lain yang mungkin hanya menempatkan mantiq sebagai mata kuliah minor, di STAI Sadra, mantiq menjadi basis metodologi berpikir yang membuat argumentasi tafsir mahasiswa menjadi sistematis, presisi, dan kuat secara logis.
Selain ketajaman rasio, STAI Sadra memberikan ruang yang luas bagi dimensi Irfani atau kedalaman spiritual. Kajian batin dan esoterik terhadap wahyu dilakukan dengan merujuk pada tokoh-tokoh sufi besar seperti Ibn Arabi, sehingga kajian tafsir terasa lebih hidup dan menyentuh kedalaman eksistensi manusia. Pendekatan ini
diseimbangkan dengan sikap akademis yang inklusif, di mana STAI Sadra menjadi “laboratorium hidup” bagi kajian lintas mazhab. Mahasiswa dibiasakan untuk mendialogkan tradisi pemikiran berbagai mazhab tanpa sentimen sektarian, yang pada akhirnya melahirkan mufasir yang moderat, bijaksana, dan jauh dari sikap mudah mengkafirkan perbedaan (takfiri). Keunikan terakhir terletak pada kemampuan kontekstualisasi pesan Al-Quran terhadap tantangan zaman. IAT STAI Sadra secara aktif mendialogkan teks-teks klasik dengan diskursus kontemporer, seperti filsafat Barat modern, sains, hermeneutika, hingga krisis global. Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan bukan sekadar pembaca kitab klasik, melainkan seorang “Mufasir Komprehensif” yang mampu mendeduksi nilai-nilai Al-Quran secara utuh—baik dari segi teks, konteks, akal, maupun ruh—demi kemajuan peradaban kemanusiaan.
-
- Visi Program Studi
Menjadi pusat pendidikan, penelitian dan pengembangan di Indonesia dalam bidang kajian Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir secara komprehensif (aqli dan naqli) dalam upaya memajukan bangsa dan umat manusia, yang dipersiapkan menjadi Program Studi Sarjana Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang unggul pada 2028.
-
- Misi Program Studi
-
- Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir serta ilmu-ilmu keislaman yang berkualitas, komprehensif, rasional, analitis dan metodologis dengan visi global yang penuh kebebasan berpikir dan bermoral islami.
-
- Mengembangkan penelitian dan pengkajian Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang komprehensif, yang secara konsisten berpegang pada teks suci (Al-Qur’an dan Sunah), khazanah intelektual Islam serta berkomitmen pada rasionalitas, moralitas, integritas dan kemanusiaan
-
- Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai upaya pencerahan dalam bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dalam bentuk penerbitan, kursus kilat, lokakarya, seminar, konferensi dan forum ilmiah lainnya—dalam upaya mengembangkan tradisi ilmiah Islam yang terbuka dan kritis, serta memahami semangat zamannya sesuai tuntutan perkembangan ilmu dan teknologi.
-
- Menjalin dan meningkatkan kerja sama yang sinergis dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dengan berbagai lembaga pendidikan, pusat riset dan lembaga pengembangan masyarakat di tingkat nasional, regional dan internasional.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.



