Egi Sukma Baihaki merupakan akademisi muda yang aktif mengembangkan kajian keislaman, khususnya dalam bidang Tafsir Nusantara, studi Al-Qur’an, dan sejarah peradaban Islam. Lahir di Subang pada 22 Juni 1995, ia dikenal sebagai intelektual muda yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan tradisi keilmuan Islam yang moderat, kontekstual, dan relevan dengan dinamika masyarakat kontemporer.
Pendidikan magisternya ditempuh di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, sebuah institusi yang menekankan pengembangan pemikiran Islam moderat dan integratif. Melalui latar belakang akademik tersebut, Egi memperdalam kajian sejarah peradaban Islam, perkembangan tafsir, pemikiran Islam, serta transformasi sosial-keagamaan umat Islam dari masa klasik hingga era modern. Meskipun bidang pendidikannya berada dalam rumpun Sejarah Peradaban Islam, konsentrasi keilmuan dan kepakaran yang paling menonjol dalam kiprah akademiknya adalah Tafsir Nusantara, terutama kajian tentang penerjemahan Al-Qur’an, sejarah tafsir di Indonesia, serta relasi tafsir dengan konteks sosial dan budaya lokal.
Sebagai dosen tetap pada Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (S1), Egi Sukma Baihaki aktif menjalankan tridarma perguruan tinggi melalui pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam proses pembelajaran, ia mendorong pendekatan historis-kritis yang tetap berpijak pada nilai-nilai Al-Qur’an dan tradisi intelektual Islam. Baginya, studi tafsir tidak hanya berkaitan dengan pemahaman teks semata, tetapi juga menyangkut bagaimana Al-Qur’an dihadirkan secara kontekstual dalam kehidupan masyarakat modern.
Keseriusannya dalam bidang Tafsir Nusantara juga tercermin melalui kegemarannya mengoleksi, mendokumentasikan, dan mengkaji manuskrip serta kitab-kitab tafsir Nusantara, baik yang telah dicetak maupun yang masih berbentuk naskah lama. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari upayanya menjaga warisan intelektual ulama Nusantara sekaligus memperluas basis penelitian dalam studi Al-Qur’an di Indonesia. Baginya, manuskrip dan kitab tafsir lokal bukan sekadar peninggalan sejarah, melainkan sumber penting untuk memahami perkembangan pemikiran Islam, bahasa, budaya, dan dinamika sosial umat Islam Nusantara dari berbagai periode.
Ketertarikannya terhadap manuskrip tafsir mendorongnya untuk menelusuri karya-karya ulama Nusantara dari berbagai daerah dan tradisi pesantren. Dari aktivitas tersebut, ia berupaya membangun kesadaran akademik mengenai pentingnya preservasi khazanah tafsir lokal sebagai bagian dari identitas intelektual Islam Indonesia. Minat ini juga memperkuat orientasi penelitiannya yang menempatkan Tafsir Nusantara sebagai disiplin yang memiliki kontribusi besar dalam perkembangan studi Al-Qur’an global.
Di bidang akademik dan pengelolaan jurnal ilmiah, Egi Sukma Baihaki menunjukkan kiprah yang cukup luas. Ia dipercaya sebagai Kepala Rumah Jurnal Ilmiah STAI Sadra dan menjabat sebagai Editor in Chief pada Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism (Sinta 1) serta Tanzil: Jurnal Studi Al-Quran (Sinta 3). Selain itu, ia juga aktif sebagai editor, reviewer, dan mitra bestari di berbagai jurnal nasional keislaman, di antaranya jurnal yang diterbitkan oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, STAI Sadra, IAI Latifah Mubarokiyah Tasikmalaya, dan sejumlah institusi akademik lainnya. Keterlibatan tersebut menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas publikasi ilmiah dan pengembangan budaya akademik di lingkungan perguruan tinggi Islam.
Dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah, karya-karya Egi banyak berfokus pada studi Al-Qur’an, Tafsir Nusantara, moderasi Islam, komunikasi keagamaan, hingga isu sosial-keislaman kontemporer. Beberapa tulisannya membahas penerjemahan Al-Qur’an di Indonesia, orientalisme dan tafsir, identitas tokoh dalam literatur tafsir Nusantara, hingga integrasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam. Ia juga aktif mengembangkan penelitian yang menghubungkan Al-Qur’an dengan isu-isu sosial modern seperti era digital, kerukunan umat beragama, komunikasi keagamaan, dan pembangunan peradaban damai.
Sebagai akademisi muda, Egi Sukma Baihaki dikenal memiliki semangat pengembangan diri dan dedikasi tinggi terhadap dunia pendidikan Islam. Ia memandang bahwa pemahaman terhadap sejarah dan tafsir Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai pengetahuan akademik, tetapi juga sebagai fondasi pembentukan kesadaran peradaban umat. Menurutnya, tradisi intelektual Islam harus terus dikembangkan secara terbuka, dialogis, dan adaptif agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan akar spiritual dan nilai-nilai keislaman.
Melalui kiprahnya sebagai dosen, peneliti, editor jurnal, dan pengkaji Tafsir Nusantara, Egi Sukma Baihaki terus berupaya menjadi bagian dari generasi akademisi Muslim yang mampu mengintegrasikan tradisi keilmuan Islam dengan kebutuhan masyarakat modern. Semangat intelektual, produktivitas akademik, serta kepeduliannya dalam melestarikan manuskrip dan kitab-kitab tafsir Nusantara menjadi modal penting dalam membangun generasi mahasiswa yang kritis, moderat, dan memiliki kesadaran keilmuan serta peradaban yang kuat.



